Select Page
Penandatanganan Memorandum Of Agreement (MOA), Antara Yayasan Taruna Bakti Dengan Stikes Santo Borromeus dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Dalam Rangka Pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Penandatanganan Memorandum Of Agreement (MOA), Antara Yayasan Taruna Bakti Dengan Stikes Santo Borromeus dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Dalam Rangka Pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Seiring pertumbuhan organisasi Yayasan Taruna Bakti yang telah berdiri sejak 1956 dan fokus dibidang pendidikan mulai dari tingkat KB & TK sampai dengan Akademi Sekretaris dan Manajemen, sebagai wujud syukur dan komitmen dalam kepedulian sosial yaitu corporate social responsibility, dengan mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Pada tanggal 4 Februari 2020 telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Yayasan Taruna Bakti dengan Sekolah Tinggi Kesehatan Santo Borromeus untuk program pelatihan kerja bidang perawatan bayi dan lansia serta antara Yayasan Taruna Bakti dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung untuk program pelatihan kerja bidang kuliner.

Tujuan didirikannya LPK Yayasan Taruna Bakti yaitu untuk membekali para lulusan SMA/SMK yang memiliki kemauan keras guna mengembangkan diri namun keterbatasan dana, kesiapan bekal kemampuan bagi purnabakti pegawai juga masyarakat yang ingin berwirausaha khususnya dalam bidang perawatan bayi & lansia dan bidang kuliner serta akan di fasilitasi dengan keterampilan sehingga dapat hidup mandiri.

Salah satu diferensisasi dari LPK Yayasan Taruna Bakti yaitu para lulusan akan dibekali dengan pendidikan etika, pemasaran serta Co-Branding, sehingga memiliki kualifikasi dan kompetensi yang unggul.

 

HD/Rhiel/YTB

Pembangunan CCS Petobo Ngatabaru Palu Donasi dari Yayasan Taruna Bakti

Pembangunan CCS Petobo Ngatabaru Palu Donasi dari Yayasan Taruna Bakti

Kejadian bencana yang melanda Kota Palu dan Sekitarnya pada tanggal 28 September 2018, mengundang banyak pihak untuk turut serta memberikan bantuan kemanusian bagi korban bencana. Akibat dari bencana tersebut Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala mengalami kerusakan yang sangat parah. Banyak korban jiwa dan harta benda yang hilang akibat bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi.

SOS Children’s Villages adalah Lembaga non-pemerintah yang mendedikasikan diri untuk pengasuhan anak-anak yang ditinggalkan dan kehilangan orang tua. SOS Children’s Villages berkomitmen memberikan kebutuhan utama anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Salah satu program SOS Children’s Villages di wilayah bencana adalah program Child Care Space.

Keberadaan program ini di lokasi Hunian Sementara akan sangat membantu bagi keluarga korban bencana untuk bisa mengurangi trauma bagi anak-anak mereka. Melalui kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilakukan kepada anak-anak akan membantu proses pemulihan semangat mereka untuk bisa kembali ke dunianya. Bagi mereka yang kehilangan orang tua atau pengasuh akibat bencana yang terjadi, maka program CCS ini akan sangat berarti bagi mereka karena disediakan fasilitas untuk bisa beraktifitas bersama-sama dengan teman-teman mereka dalam satu wadah.

Secara khusus, Program pembangunan CCS di lokasi Petobo Ngatabaru Palu yang didanai oleh Keluarga besar Yayasan Sekolah Taruna Bakti telah selesai dilaksanakan, semoga keberadaan fasilitas ini dapat membantu dalam pelaksanaan program SOS Children’s Villages di wilayah Sulawesi Tengah Khususnya di Kota Palu dan sekitarnya. Tentunya fasilitas ini akan terus memberikan arti dan manfaat apabila mendapat dukungan dari stakeholder terkait utamanya orang tua yang anaknya terlibat dalam program Child Care Space. 

Realisasi Pembangunan

 

Perayaan Dharma Shanti 2019 | Tahun Saka 1941

Perayaan Dharma Shanti 2019 | Tahun Saka 1941

Dalam memperingati hari Dharma Shanti Nyepi Tahun Saka 1941, 
pada hari Sabtu tanggal 10 Agustus 2019 Keluarga Besar Yayasan Taruna Bakti
menyelenggarakan dengan penuh kekeluargaan, acara yang bertemakan 
“Melalui Dharma Shanti, Kita Jaga dan Tingkatkan Kerukunan serta Kebersamaan dalam Keberagaman”